Pandangan ku
lurus, difikiran ku aku ingin segera menyantap semuanya ..
piring-piring
itu semuanya telah terisi seakan akan ingin segera di lahap
namun
seketika rasa lapar itu hilang,
kaki ku
terus melangkah,
tapi mataku
tetap terpaku dapa satu
ku temukan
dia nyata, setelah sekian aku melihatnya blur di mimpi
seketika
pula hati dan otakku bertarung sengit
rasanya
lidahku seperti ada yang menarik masuk kedalam kerongkogan
di sisi lain
otakku terus menuliskan namanya
keduanya
saling melolak
aku lelah
kakiu lemas mataku tak mau kuajak pergi darinya hingga dia
dia,
menghilang di balik tembok orange itu..
sedikit-demi
sedikit kini semua bisa ku kendalikan,ku atur nafasku dan aku meneruskan
kembali kpada tujuan ku, memanjakan perut ku yang tak lagi lapar
aku berjalan
di temani bayangannya, dan aku sampai namun di hadapan ku piring" itu kini
menyuguhkan
wajahnya ..
aku tak
mungkin menghabiskannya
aku harus
meniggalkannya di sana, aku tak mau kehilagannya..
seperti
mengejar ku bayangan itu terus nampak jelas di hadapan ku
di depan
tembok biru dengan kaca yang lebar melengkung
tepat di
hadap ku bayangannya semakin padat, dan aku terus berusaha melihat
apakah itu
nyataa ,,
DIA nyata di
hadapan ku, lalu kini pertempuran itu kembali terjadi
ragaku
berguncang tidak bisa ku kendalikan otakku seakan kosong entah apa yang aku
fikirkan, ragaku menunggu perintah tak tau apa yang harus dilakukan dan raga
ini terus bergerak kesana kemari aku kerepotan hanya mataku yang terus
memandanginya, mulutnya ku lihat beruucap tapi aku seakan tuli karena tak bisa
menjawab nnya . . apa?
hingg aku
lihat tangannya melambai ke arahku dan jarak kami menjadi semakin jauh hingga
hanya air mata yang turun membalas segalanya.
_YUD_

0 komentar:
Post a Comment